Laporan
STUDI DETERMINAN STUNTING DI KABUPATEN KOLAKA UTARA PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Linda Ayu Rizka Putri, S.K.M.M.Sc.
Dr. Masmur, S.S., M.Si.
Dr. Grace Tedy Tulak, S. Kep., Ns., M.Kep
Venia Oktafiani, S.K.M.,M.Sc
Riska Mayangsari, S.K.M.,M.P.H
Risqi Wahyu Susanti, S.Kep.,Ns.M.Kep
Desiderius Bhela Desa, S.Gz.,M.M.
Jenny Qlifianti Demmalewa, S.Gz.,M.Kes.
Nurul Aulia Bohari, S.Si.,M.Si.
Abstrak
Stunting merupakan akibat dari ketidakcukupan nutrisi pada awal kehidupan dan berdampak
pada kualitas hidup di masa yang akan datang. Stunting mencegah individual mencapai
kemampuan fisik, ekonomi, dan intelektual nya. Sulawesi Tenggara merupakan salah satu
provinsi dengan prevalensi balita stunting yang tinggi yaitu 27,7% pada tahun 2022. Sedangkan
prevalensi stunting di Kabupaten Kolaka Utara adalah 24,8% turun sebesar 4.3% dari 29,1%
di tahun sebelumnya (SSGI, 2022). Meskipun mengalami penurunan, angka ini sangat tinggi
dibandingkan dengan target penurunan stunting oleh Kementerian Kesehatan menjadi 14% di
tahun 2024. Penelitian ini telah dilaksanakan di wilayah Kabupaten Kolaka Utara dengan 5
lokasi khusus yang dipilih berdasarkan data prevalensi stunting tertinggi yaitu Kecamatan
Ngapa, Kecamatan Wawo, Kecamatan Batu Putih, Kecamatan Pakue Utara, dan Kecamatan
Ranteangin.
Penelitian ini merupakan penelitian mixed method dengan strategi metode campuran
sekuensial/bertahap (sequential mixed method) dan pendekatan eksplanatori sekuensial.
Desain penelitian yang digunakan yaitu case kontrol study (studi kasus-kontrol), dimana
terdapat dua kelompok balita; kelompok balita stunting (kasus) dan kelompok balita tanpa
stunting (kontrol). Analisis data yang akan dilakukan termasuk (1) pengukuran central
tendency (2) pengukuran proporsi untuk data kategorik, (3) uji beda yang akan digunakan
dalam parametric dan non-parametric comparative analysis sesuai dengan jenis data dan hasil
uji normalitas data pada data dengan skala numerik ( (4) uji korelasi untuk variable terkait
menggunakan uji Pearson Correlation. Selanjutnya, dilakukan analisis multivariate logistic
regression untuk memodelkan prediktor yang memiliki hubungan yang signifikan dengan efek
yang diharapkan. Keseluruhan analisis akan dilakukan menggunakan SPSS pada α=0,05.
Sementara itu, analisis secara kualitatif dilakukan dengan cara analisis domain dan analisis
konten, serta penarikan kesimpulan.
Hasil analisis regresi logistic pada variable Tinggi Badan Ibu, Tinggi Badan Ayah, Usia ibu saat
kehamilan pertama, Pekerjaan Kepala Keluarga, pekerjaan responden, Pendapatan rumah
tangga, Pengeluaran rumah tangga , membeli rokok, membeli daging, telur, ikan, Usia anak ,
berat badan lahir, rumah tangga memiliki jamban, apakah rumah tangga memiliki SPAL, ibu
hamil menderita KEK, ibu hamil mendapatkan makanan pendamping gizi tambahan,
iii
pendidikan responden, ASI eksklusif, Berat Badan anak saat ini, Tinggi anak saat ini, jarak
sumber utama air minum dengan pembuangan kotoran/tinja, asupan protein selama kehamilan
didapatkan model dengan R2 sebesar 0,804, dan terdapat 3 prediktor yang signifikan ( p <
0.05)
yaitu KEK selama kehamilan (OR=0.031), pendidikan responden (OR=
0.004,0.007,0.016, dan 0.002), serta kepemilikan SPAL rumah tangga (OR= 0.062). sementara
hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa partisipan etnis Bugis yang berdiam di Kabupaten
Kolaka Utara memilik pantangan makan ikan pari dan kepiting selama masa hamil. Sementara
partisipan etnis Tolaki menyatakan tidak ada pantangan makanan baik selama kehamilan
maupun menyusui.
Kata kunci : KEK, Pendidikan, SPAL, Stunting
pada kualitas hidup di masa yang akan datang. Stunting mencegah individual mencapai
kemampuan fisik, ekonomi, dan intelektual nya. Sulawesi Tenggara merupakan salah satu
provinsi dengan prevalensi balita stunting yang tinggi yaitu 27,7% pada tahun 2022. Sedangkan
prevalensi stunting di Kabupaten Kolaka Utara adalah 24,8% turun sebesar 4.3% dari 29,1%
di tahun sebelumnya (SSGI, 2022). Meskipun mengalami penurunan, angka ini sangat tinggi
dibandingkan dengan target penurunan stunting oleh Kementerian Kesehatan menjadi 14% di
tahun 2024. Penelitian ini telah dilaksanakan di wilayah Kabupaten Kolaka Utara dengan 5
lokasi khusus yang dipilih berdasarkan data prevalensi stunting tertinggi yaitu Kecamatan
Ngapa, Kecamatan Wawo, Kecamatan Batu Putih, Kecamatan Pakue Utara, dan Kecamatan
Ranteangin.
Penelitian ini merupakan penelitian mixed method dengan strategi metode campuran
sekuensial/bertahap (sequential mixed method) dan pendekatan eksplanatori sekuensial.
Desain penelitian yang digunakan yaitu case kontrol study (studi kasus-kontrol), dimana
terdapat dua kelompok balita; kelompok balita stunting (kasus) dan kelompok balita tanpa
stunting (kontrol). Analisis data yang akan dilakukan termasuk (1) pengukuran central
tendency (2) pengukuran proporsi untuk data kategorik, (3) uji beda yang akan digunakan
dalam parametric dan non-parametric comparative analysis sesuai dengan jenis data dan hasil
uji normalitas data pada data dengan skala numerik ( (4) uji korelasi untuk variable terkait
menggunakan uji Pearson Correlation. Selanjutnya, dilakukan analisis multivariate logistic
regression untuk memodelkan prediktor yang memiliki hubungan yang signifikan dengan efek
yang diharapkan. Keseluruhan analisis akan dilakukan menggunakan SPSS pada α=0,05.
Sementara itu, analisis secara kualitatif dilakukan dengan cara analisis domain dan analisis
konten, serta penarikan kesimpulan.
Hasil analisis regresi logistic pada variable Tinggi Badan Ibu, Tinggi Badan Ayah, Usia ibu saat
kehamilan pertama, Pekerjaan Kepala Keluarga, pekerjaan responden, Pendapatan rumah
tangga, Pengeluaran rumah tangga , membeli rokok, membeli daging, telur, ikan, Usia anak ,
berat badan lahir, rumah tangga memiliki jamban, apakah rumah tangga memiliki SPAL, ibu
hamil menderita KEK, ibu hamil mendapatkan makanan pendamping gizi tambahan,
iii
pendidikan responden, ASI eksklusif, Berat Badan anak saat ini, Tinggi anak saat ini, jarak
sumber utama air minum dengan pembuangan kotoran/tinja, asupan protein selama kehamilan
didapatkan model dengan R2 sebesar 0,804, dan terdapat 3 prediktor yang signifikan ( p <
0.05)
yaitu KEK selama kehamilan (OR=0.031), pendidikan responden (OR=
0.004,0.007,0.016, dan 0.002), serta kepemilikan SPAL rumah tangga (OR= 0.062). sementara
hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa partisipan etnis Bugis yang berdiam di Kabupaten
Kolaka Utara memilik pantangan makan ikan pari dan kepiting selama masa hamil. Sementara
partisipan etnis Tolaki menyatakan tidak ada pantangan makanan baik selama kehamilan
maupun menyusui.
Kata kunci : KEK, Pendidikan, SPAL, Stunting
Metadata
| Tahun | 2024 |
|---|---|
| Fakultas | Fakultas Sains dan Teknologi |
| Program Studi | D3 Keperawatan |
| Status Akses | Restricted |
| URI | https://repository.usn.ac.id/detail.php?id=9 |
Unduh File
File tidak dapat diakses secara publik pada saat ini.